Hubungan Kerapatan Vegetasi terhadap Frekuensi Kejadian Banjir Rob di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Tahun 2016–2025

Authors

  • Dita Amiliya Politeknik Agraria STPN
  • Rakhmat Riyadi Politeknik Agraria STPN

DOI:

https://doi.org/10.53686/jp.v16i1.316

Keywords:

banjir rob, NDVI, google earth engine, kerapatan vegetasi, Landsat 8, Kecamatan sayung

Abstract

Banjir rob merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang sering terjadi di wilayah pesisir, termasuk di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kerapatan vegetasi selama periode 2016–2025 menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) berbasis citra Landsat 8 yang diolah melalui Google Earth Engine serta menganalisis hubungan antara kerapatan vegetasi dan frekuensi kejadian banjir rob. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data citra Landsat 8, data kejadian banjir rob dari BPBD Kabupaten Demak, dan analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir seperti Bedono, Sriwulan, Sidogemah, dan Timbulsloko didominasi oleh kelas tidak bervegetasi hingga vegetasi rendah, sedangkan wilayah bagian selatan seperti Dombo, Jetaksari, Bulusari, dan Karangasem didominasi oleh vegetasi tinggi. Analisis regresi menghasilkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,6792 yang menunjukkan adanya keterkaitan antara kerapatan vegetasi dan frekuensi kejadian banjir rob. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,730 dengan signifikansi 0,000, yang mengindikasikan hubungan negatif dan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah dengan kerapatan vegetasi lebih tinggi cenderung memiliki frekuensi kejadian banjir rob yang lebih rendah. Oleh karena itu, peningkatan tutupan vegetasi pesisir dapat mendukung pengurangan kerentanan wilayah terhadap banjir rob.

Downloads

Published

2026-07-23

How to Cite

Amiliya, D., & Rakhmat Riyadi. (2026). Hubungan Kerapatan Vegetasi terhadap Frekuensi Kejadian Banjir Rob di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Tahun 2016–2025. Jurnal Pertanahan, 16(1), 22–41. https://doi.org/10.53686/jp.v16i1.316